Telahir di Kudus, kecil dan dibesarkan di Kudus. Menamatkan pendidikan formil mulai SD, SMP, dan SMA-IPA di kota Kretek itu juga. Tertarik dengan guru yang mengajar Pendidikan Seni waktu di SMA, kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Surakarta jurusan Pendidikan Seni Rupa.Bukan tanpa alasan masuk ke jurusan Seni Rupa, menjelang kelulusan SMA, ngomong-ngomong (baca: konsultasi) dengan pak guru seni rupa. Melihat materi dan gaya santai dari sifat kesenian jadilah konsultasi dengan pak Sus. Kebetulan saya mendapat nilai yang bagus di palajaran tersebut terutama menggambar mistar dan proyeksi. Beberapa kali karya saya di pajang di majalah dinding sekolah. Menjadi kebiasaan bahwa karya-karya yang masuk nominasi, di pamerkan di majalah dinding.
Setelah tamat studi Ikatan Dinas Diploma III Pendidikan Seni Rupa, melamar pekerjaan ke sana-ke mari untung belum didapat. Hingga nggak terasa pas satu setengah tahun (seharusnya satu tahun saja masa penantian) tibalah saat mendapat Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri dari Kanwil P dan K Semarang pada pertengahan tahun 1990. Sebetulnya lulusan D III rombongan saya ditawari langsung transfer ke S1 dengan jurusan yang sama, tetapi fasilitas pengangkatan pegawai negeri tidak bisa diminta. Akhirnya saya memutuskan tidak menerima fasilitas transfer, tetapi memilih fasilitas pengangkatan PNS.Dari bekal SK dari Kanwil P dan K Semarang tersebut, saya meluncur ke kota Brebes, menuju SMA Negeri 2 Brebes. Jadilah Oemar Bakri hingga sekarang